Rabu, 02 Januari 2019

Agent of Change untuk Pendidikan


Kamis, 03 Januari 2019. Setelah sekian lama mangkrak, akhirnya proker mengajar resmi dijalankan. Dengan jumlah personil sebanyak 11 orang diharapkan program kerja tersebut berjalan sesuai rencana, yakni mengubah image pendidikan Madura menjadi lebih baik. Seperti yang kita ketahui, gambaran masyarakat umum mengenai pendidikan di pulau garam tergolong buruk. Mulai dari angka buta huruf yang tinggi hingga SDM yang rendah jika dibandingkan dengan daerah lain. Untuk mengubah image tersebut dibutuhkan usaha yang lebih, dan tentunya bantuan pemuda-pemudi mahasiswa yang disinyalir mampu membawa perubahan. Pepatah mengatakan mahasiswa adalah Agen Of Change, untuk itu kami hadir dengan segala usaha serta kemampuan untuk mengubah image tersebut, berbekal modal ilmu selama duduk di bangku kuliah serta pengalaman-pengalaman yang diperoleh saat menempuh PLP dirasa cukup untuk memberikan angin segar terhadap pendidikan di Madura, khususnya di Sampang. Untuk menyukseskan program mengajar tersebut, kelompok KKN 15 UTM menyisir pendidikan di Sampang mulai paling dasar, yakni pendidikan untuk anak-anak atau yang lebih akrab di sebut TK (Taman Kanak-kanak).


Kondisi Taman Kanak-kanak (TK) di Sampang tak jauh berbeda dengan taman kanak-kanak lainnya, yakni terdiri dari ruang belajar, tempat bermain, dan halaman yang luas. Begitu pula dengan TK Darma Bakti yang terletak di Desa Ragung Kec. Pangarengan Kab. Bangkalan. Taman tersebut memiliki halaman yang luas dengan bangunan yang khas. Bangunan tersebut tampak seperti era kolonial Belanda. Dengan kondisi tembok yang sedikit berlubang dan catnya mulai memudar, meskipun begitu bangunan tersebut tetap memberikan kesan gagah, tidak hanya itu siapapun akan mengenalinya dengan mudah bahwa bangunan tersebut adalah sekolah khusus anak-anak. Berdiri di atas lahan seluas 300 m² cukup lega untuk bermain sekaligus melakukan pembelajaran setiap pagi. Suara nyanyian serta tepuk tangan terdengar riuh tatkala melewati bangunan tersebut. Dengan jumlah murid sebanyak 80 siswa, serta pendidik yang kompeten berjumlah 4 orang sekolah tersebut sudah memenehui kriteria kelayakan. Untuk memudahkan proses pembelajaran sekolah tersebut membagi peserta didik mejadi empat kelas, yakni kelas kecil A dan B dan kelas besar A dan B. Dengan masing-masing tiap kelas terdiri dari 20 siswa. Adapun rekan-rekan yang bertugas mengajar di TK Darma Bakti ialah Heliyah, Desi Lutfiyanti serta Elly Rahayu. Dilihat dari sepak terjangnya, ketiga rekan tersebut sangat cocok jika diterjukan mengajar secara langsung di TK Darma Bakti, mengingat latar belakang pendidikan mereka adalah PG PAUD.


Tidak hanya menyasar pada TK (Taman Kanak-kanak) saja tapi juga menyasar pada Sekolah Dasar (SD) dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kondisi bangunan SD dan SMP tidak kalah baik dari kondisi TK Darma Bakti. Untuk Sekolah Dasar memiliki lumayan banyak ruang kelas karena jumlah muridnya juga lumayan banyak sekitar 12 ruang kelas. Nama Sekolah Dasar (SD) yang di tuju adalah UPTD SDN Ragung 1, dan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dituju adalah UPTD SMPN 2 Pangarengan. Untuk mahasiswa yang kami tugaskan untuk mengajar di SD adalah Roisyatul Jannah, Ely Arlita Widiani, dan Lailatus Syarifah sedangkan mahasiswa yang kami tugaskan untuk mengajar di SMP adalah Ainun Yaqin, Ahmad Muadirrosi, Suyut Wijianto, Himatul Adhimah, dan Uswatul Qayyimah. Semoga dengan adanya proker mengajar ini SDM (Sumber Daya Manusia) di Desa Ragung menjadi lebih baik.

Penulis: Suyut Wijianto
Editor: Ainun Yaqin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar