Selasa, 31 Juli 2018

Kerajinan Kayu




Desa ragung yang luas serta dikenal dengan lumbung garam di kabupaten sampang. Bukan berti hanya memiliki potensi garam akan tetapi juga ada potensi kerajinan, atau dikhalayak umum dikenal dengan mebel. Kemudian kepala desa ragung yang biasa dipanggil H. Semar kandi memaparkan bahwa produksi mebel di desa ragung ada 3 titik, yakni didusun Ragung Utara, Ragung Timur, dan Mortonggek (belumpunya kepala dusun). Industri kerajinan yang berada di desa Ragung merupakan kepemilikan perseorangan.
Salah satu pemilik mebel di Desa Ragung, yakni bapak Sumbri, telah lama berkecimpung di dunia pengrajin atau mebel. Di tahun 2001 beliau mulai bisnis didunia pengrajin, yang berawal dari  produksi kecil-kecilan seperti jendela, kemudian semakin berkembang membuat kelengkapan rumah, pintu, kusen-kusen, meja, kursi, ranjang, lemari, samapai ke limbah atau lebihan diolah menjadi asbak, tempat tisu, tempat bopoin, tempai air gelas dll.
            Kayu yang digunakan untuk produksi ialah kayu jati dan tidak menggunakan kayu lain untuk mengutamakan kualitasnya. Kemudian seiring dengan pesatnya permintaan maka membutukan karyawan atau tukang, didatangkan tukang dari jepara, pasuruan yang kemudian bekerja disini.
            Pemasaran pengrajin ini, permintaan datang sendiri tempatnya sini, tidak perlu memasarkan kesana kemari tetapi sudah berdatangan sendiri dengan melihat-lihat barangnya kemudian dirasa bagus mereka beli. Kemudian kerajian atau mebel ini mampu berdaya saing kelokal maupun nasiona.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar